
Tema: ‘Strategi Pemasaran Digital Efektif Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM’
Tempat : Studio AHA Jakarta
Tanggal: Selasa, 4 Juli 2023
Pukul: 09.30 sd selesai
Dapat disimak Video fullnya di channel youtube di bawah ini:
https://www.youtube.com/watch?v=mNIg_rz3CHk
Kata Pengantar:
- UMKM menjadi kekuatan pilar ekonomi saat Pandemi Covid-19, ketika sektor real yang in-formal hancur “setengah mati”.
- Akhir tahun 2022 diprediksi akan berdampak krisis ekonomi tahun 2023, namun sudah selesai semester pertama ekonomi saat ini termasuk stabil.
- Di tengah melambatnya perekonomian global dan penurunan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan tumbuh 5,03% pada Triwulan 1-2023 yang menandakan ketahanan dan prospek ekonomi Indonesia tetap baik.
- Pertumbuhan UMKM diperlukan untuk jaga momentum Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
- Persoalan data central/ter-integrasi terkait UMKM masih tumpang tindih, leading sector pemerintah dan BUMN belum sinergis dan peran berbagai stake holder (pelaku dan swasta)
- Masih perlu dukungan dan dorongan terhadap UMKM dan Digital Marketing baik Pemerintah dan peran swasta.
- Data rilis Kemenkop UMKM sepanjang 2022, UMKM di Tanah Air tercatat tumbuh begitu baik angkanya mencapai 8,71 juta unit.
- Berdasarkan Provinsi, Jawa Barat menempati urutan pertama UMKM terbanyak dengan jumlah mencapai 1,49 juta unit usaha. Sementara daerah paling sedikit diduduki oleh Papua dengan jumlah 3,9 ribu unit.
- Di Indonesia UMKM mendapat perhatian serius dipercaya membantu menstabilkan ekonomi nasional dalam menghadapi ancaman resesi yang hingga saat ini masih menjadi ‘momok’ mengerikan.
- Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Keuangan UMKM berhasil menyumbang 90% dari kegiatan bisnis dan berkontribusi lebih dari 50% lapangan pekerjaan di seluruh dunia.
- Artinya, UMKM yang ada di Indonesia saat ini mampu menjadi “penyelamat” Indonesia menghadapi ancaman resesi.
- Dengan dukungan pemerintah tentunya diharapkan bisa menambah gairah pelaku usaha untuk terus berkembang bahkan hingga bertransformasi ke era digital.
Sumber Data CNBC 7 Februari 2023